Teks : Sakina Hamid

Gambar : Google

 

Semalam saya mendapat jemputan untuk memberi pengisian usrah sebuah persatuan di kampus berhampiran. Saya berfikir-fikir apakah tajuk yang sesuai kerana sudah agak lama tidak bergaul dengan mahasiswa. Alhamdulillah, Allah ilhamkan saya untuk berkongsi mengenai Optimis cara muslim dan bertemu dengan artikel yang sangat padat dengan pengisian di SINI.

Optimis adalah sangat berkait rapat dengan Ihktiar dan Tawakkal. Jika salah satunya pincang, maka ia belum betul-betul memenuhi kriteria optimis cara muslim. Mari kita fahami dengan mendapam satu persatu prinsip ini.

OPTIMIS

Nas mengenai sikap optimis

IKHTIAR

Nas mengenai ikhtiar

Dari Zubair bin Awwam r.a yang artinya : “Sungguh, jika sekiranya salah seorang diantara kalian membawa talinya, lalu ia kembali dengan membawa seikat kayu di atas punggungnya, lalu dia jual sehingga Allah mencukupi kebutuhannya(dengan hasil itu) adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada manusia, baik mereka(yang diminta) memberi atau menolaknya.

TAWAKKAL

Nas mengenai ikhtiar

Rasulullah bersabda, “Sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya Ia akan memberi kalian rezeki, sebagaimana Ia memberi rezeki kepada burung yang pergi dalam keadaan kosong perutnya dan kembali lagi dalam keadaan kenyang.”

(HR. Tirmidzi).

Alhamdulillah, walaupun tajuk ini Allah ilhamkan pada saat akhir namun ia sangat dihargai oleh adik-adik usrah tersebut. Mereka merasai ia adalah sebuah ingatan yang besar dari Allah. Dan semoga catatan di sini dapat membantu kita untuk lebih optimis cara muslim dan mencapai apa yang dicita-citakan dalam kehidupan kita di dunia dan akhirat. In syaa Allah

Rujukan : http://kisahimuslim.blogspot.my/2015/03/optimis-ikhtiar-dan-tawakal-dalam-islam.html

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge